Australia dikenal sebagai benua kering dengan hamparan gurun yang sangat luas.
Dikutip dari Australian Bureau of statistic (ABS), lebih dari sepertiga wilayahnya merupakan kawasan gurun, mulai dari Great Victoria Desert hingga Simpson Desert.
Hal ini sering memunculkan pertanyaan: Mengapa sebuah benua yang dikelilingi lautan justru dipenuhi gurun di daratannya?
Untuk menjawabnya, kita perlu menelusuri pengaruh letak geografis, kondisi iklim, hingga sejarah geologis yang membentuk bentang alam Australia.
Simak artikel berikut untuk menemukan jawaban lengkapnya!
Alasan Australia Memiliki Banyak Gurun

Gurun di Australia tidak terbentuk karena satu penyebab saja. Ada kombinasi faktor atmosfer, geografi, arus laut, hingga variasi iklim yang membuat benua ini dikenal sebagai wilayah berpenghuni paling kering di dunia.
Berikut ini beberapa faktornya:
Pola Atmosfer Global
Sebagian besar wilayah Australia berada di sekitar garis lintang 30° LS, area yang disebut horse latitudes.
Di sini, pola sirkulasi atmosfer global (Hadley Cell) membuat udara kering turun ke permukaan, menciptakan sistem tekanan tinggi yang stabil.
Kondisi ini menghambat pembentukan awan dan hujan, sehingga langit Australia sering cerah tetapi minim curah hujan.
Topografi dan Geografi
Selain faktor atmosfer, kondisi fisik Australia juga sangat berpengaruh dalam membentuk gurun.
Di sepanjang pantai timur, Great Dividing Range berfungsi sebagai dinding alami yang menahan angin lembap dari Samudra Pasifik.
Udara yang naik ke pegunungan akan mendingin dan menurunkan hujan di sisi timur.
Namun, ketika melewati puncak dan turun ke sisi barat, kelembapannya sudah hilang, sehingga hanya menyisakan udara kering.
Efek rain shadow ini membuat wilayah pedalaman miskin curah hujan.
Tak hanya itu, Australia juga dikenal sebagai benua paling datar di dunia.
Minimnya pegunungan besar di pedalaman berarti hampir tidak ada mekanisme alami yang bisa memaksa udara lembap naik untuk membentuk hujan.
Kondisi ini diperparah oleh kontinentalitas karena pusat Australia terletak sangat jauh dari laut.
Udara yang berhasil masuk dari pantai biasanya sudah kehilangan sebagian besar kelembapannya sebelum mencapai pedalaman, sehingga hanya sedikit hujan yang tersisa untuk daerah tengah benua.
Gabungan faktor-faktor geografis ini menjadikan sebagian besar pedalaman Australia kering, memperkuat kondisi gurun yang sudah terbentuk akibat faktor atmosfer global.
Arus Laut
Pantai barat Australia dipengaruhi oleh Arus Australia Barat, arus laut dingin yang bergerak dari selatan ke utara.
Air laut yang dingin membuat udara di atasnya kurang lembap, sehingga curah hujan di wilayah sekitar pantai barat menjadi sangat rendah.
Variabilitas Iklim
Fenomena global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) juga ikut berperan.
Ketika memasuki fase kering, fenomena ini bisa memperparah kondisi kekeringan yang menyebabkan hujan jarang turun selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Singkatnya, gurun-gurun di Australia adalah hasil gabungan faktor lokasi, geografi, arus laut, dan variabilitas iklim.
Inilah yang membuat bentang gurun Australia begitu luas dan khas, sekaligus menjadi salah satu ciri utama benua ini.
Gurun-Gurun yang Ada di Australia
Australia adalah benua berpenduduk paling kering di dunia. Sekitar 70% daratannya tergolong kering atau semi-kering.
Terdapat 10 gurun utama di Australia yang membentang hampir di seluruh negara bagian. Gurun-gurun tersebut dikenal sebagai Great Australian Desert.
Dengan curah hujan rata-rata di bawah 250–500 mm per tahun, gurun-gurun ini menghadirkan lanskap pasir merah, malam dingin, dan kehidupan liar yang khas.
Berikut sepuluh gurun terbesar di Australia beserta keunikannya.
1. Gurun Great Victoria

Gurun Great Victoria adalah gurun terbesar di Australia, dengan luas sekitar 348.750 km².
Bentang alamnya membentang dari kawasan Eastern Goldfields di Australia Barat hingga Pegunungan Gawler di Australia Selatan, bahkan hampir mencapai perbatasan Northern Territory.
Gurun ini juga berada di atas Dataran Nullarbor dan mencakup sekitar seperempat wilayah Australia Selatan.
Keunikan Gurun Great Victoria terletak pada lanskapnya yang bervariasi. Anda bisa menemukan padang rumput, gibber plains (hamparan batu-batu keras), bukit pasir yang luas, hingga danau garam yang memantulkan cahaya matahari.
Wilayah gurun ini menjadi rumah bagi masyarakat Aborigin dari kelompok Kogara, Mirning, dan Pitjantjatjara, yang telah lama hidup selaras dengan alam gurun.
Sekitar 31% wilayahnya juga dilindungi, termasuk di dalamnya Great Victoria Desert Nature Reserve, Lake Gairdner National Park, Nullarbor Regional Reserve, dan Gawler Ranges National Park.
Dengan kekayaan alam dan budaya tersebut, Gurun Great Victoria bukan hanya hamparan pasir, tetapi juga wilayah yang sarat kehidupan dan sejarah.
2. Gurun Great Sandy

Gurun Great Sandy adalah gurun terbesar kedua di Australia dengan luas sekitar 267.250 km².
Wilayahnya membentang dari barat daya Northern Territory, dekat kawasan ikonik Uluru-Kata Tjuta National Park, hingga ke Australia Barat dan hampir mencapai pantai barat di dekat Port Hedland.
Di bagian selatan, gurun ini berbatasan dengan Gurun Gibson, sedangkan di timur berbatasan dengan Gurun Tanami.
Penduduk asli yang mendiami wilayah ini adalah masyarakat Aborigin Pintupi di sisi timur dan Martu di sisi barat, yang telah lama menjaga hubungan erat dengan tanah leluhur mereka.
Salah satu daya tarik alam paling menakjubkan di Gurun Great Sandy adalah Kawah Wolfe Creek, sebuah kawah meteor yang terbentuk sekitar 120.000 tahun lalu.
Selain itu, gurun ini juga dikenal dengan ergs, hamparan pasir luas dengan bukit-bukit memanjang, serta fenomena unik “fairy circles”, yaitu lingkaran kosong berdiameter 12–22 meter yang misterius dan nyaris tanpa vegetasi.
Dengan lanskap merah yang dramatis dan formasi alam yang langka, Gurun Great Sandy menjadi salah satu kawasan gurun paling memukau di Australia.
3. Gurun Tanami

Gurun Tanami membentang luas di Northern Territory bagian tengah dan sedikit masuk ke wilayah Australia Barat, berbatasan langsung dengan Gurun Great Sandy.
Dengan luas sekitar 184.500 km², gurun ini dikenal sebagai salah satu kawasan paling terpencil di Australia.
Wilayah Tanami merupakan tanah leluhur masyarakat Aborigin Warlpiri dan Kukatja, yang menyimpan banyak situs budaya penting.
Keunikan budaya ini diakui secara resmi pada tahun 2012, ketika sekitar 10 juta hektare dari wilayah gurun ditetapkan sebagai zona konservasi dan kawasan lindung adat.
Gurun Tanami kerap dijuluki “final frontier” atau perbatasan terakhir Northern Territory karena lokasinya yang jauh dari pemukiman modern,
Julukan ini merujuk pada sejarahnya karena wilayah ini baru benar-benar dieksplorasi oleh pendatang Eropa pada abad ke-20.
Dengan lanskap tandus yang luas dan nilai budaya yang tinggi, Gurun Tanami bukan sekadar hamparan pasir, tetapi juga cerminan kekayaan alam dan warisan leluhur Australia Tengah.
4. Gurun Simpson

Gurun Simpson merupakan salah satu gurun paling terkenal di Australia, dengan luas sekitar 176.500 km².
Wilayahnya membentang melintasi tiga negara bagian sekaligus: Northern Territory, Queensland, dan Australia Selatan.
Gurun ini telah menjadi rumah bagi masyarakat Aborigin, termasuk suku Wangkangurru, yang telah hidup di kawasan ini selama ribuan tahun dan masih menetap hingga sekarang.
Ciri khas Gurun Simpson adalah 1.100 bukit pasir paralel terpanjang di dunia. Bukit-bukit pasir ini membentang dari utara ke selatan dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 3 hingga 30 meter.
Yang paling terkenal adalah Nappanerica, atau yang dijuluki Big Red, dengan ketinggian mencapai 40 meter.
Di bawah hamparan pasirnya, tersimpan Great Artesian Basin, sistem akuifer raksasa yang memunculkan mata air alami, seperti Dalhousie Springs di Witjira National Park, Australia Selatan.
Keunikan lanskap dan geologinya menjadikan Gurun Simpson sebagai salah satu gurun paling menakjubkan di benua Australia.
5. Gurun Gibson

Gurun Gibson terletak di bagian tengah–timur Australia Barat, diapit oleh Gurun Great Sandy, Little Sandy, dan Great Victoria.
Dengan luas sekitar 156.000 km², kawasan ini menjadi salah satu bentang alam gurun paling khas di benua Australia.
Wilayah ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Beberapa anggota masyarakat Aborigin Pintupi yang tinggal di sini diyakini sebagai kelompok terakhir yang melakukan kontak dengan masyarakat modern, ketika mereka keluar dari gurun pada tahun 1984 akibat kekeringan parah.
Nama “Gibson” sendiri diambil dari Alfred Gibson, anggota ekspedisi penjelajah Inggris Ernest Giles yang hilang dan diduga meninggal di gurun ini pada tahun 1874.
Lanskap Gurun Gibson sangat beragam, mulai dari dataran pasir merah dan bukit pasir, danau air asin, hingga perbukitan rendah berbatu dan hamparan kerikil laterit yang disebut “buckshot plains”. Keanekaragaman ini menjadikan Gurun Gibson tidak hanya luas dan tandus, tetapi juga kaya akan karakter geologis yang unik.
6. Gurun Little Sandy

Gurun Little Sandy berada hampir di pusat Australia Barat, tepat di sebelah timur Pilbara dan utara wilayah Gascoyne.
Dengan luas sekitar 111.500 km², gurun ini berbatasan langsung dengan Gurun Great Sandy di utara dan Gurun Gibson di selatan.
Wilayah ini merupakan tanah leluhur masyarakat Aborigin Mandilara dan Martu, yang memiliki keterikatan budaya dan sejarah yang mendalam dengan kawasan gurun ini.
Lanskap Gurun Little Sandy menampilkan perpaduan dataran berbatu dan bukit pasir merah, dengan mesa batu pasir yang muncul secara acak, menciptakan pemandangan dramatis.
Gurun ini juga menyimpan keanekaragaman hayati yang mengesankan, tercatat lebih dari 2.000 spesies tumbuhan, 116 jenis burung, serta berbagai mamalia kecil hingga sedang.
Namun, beberapa satwa asli telah punah akibat kehadiran hewan liar, kebakaran, dan penyebaran gulma.
Kombinasi keindahan alam, kekayaan budaya, dan keragaman ekologi menjadikan Gurun Little Sandy sebagai salah satu lanskap gurun yang menawan di Australia Barat.
7. Gurun Strzelecki

Gurun Strzelecki membentang di perbatasan Australia Selatan, Queensland, dan New South Wales, dengan luas sekitar 80.250 km².
Letaknya berada di timur laut Danau Eyre Basin dan di utara Pegunungan Flinders, menjadikannya bagian penting dari bentang alam gurun Australia bagian tengah timur.
Nama gurun ini diberikan oleh penjelajah Inggris Charles Sturt, yang menamainya sesuai nama penjelajah Polandia Pawel Edmund Strzelecki, meski Strzelecki sendiri tidak pernah mengunjungi wilayah ini.
Ciri khas Gurun Strzelecki adalah kehadiran Dingo Fence, pagar panjang yang dibangun untuk mengendalikan populasi dingo, serta beberapa aliran air penting seperti Cooper Creek, Strzelecki Creek, dan Sungai Diamantina.
Sebagian besar wilayahnya dilindungi dalam Strzelecki Regional Reserve di Australia Selatan, sementara bagian timurnya termasuk dalam Sturt National Park di New South Wales.
Lanskapnya yang luas dan liar membuat Gurun Strzelecki menjadi salah satu kawasan gurun yang menyimpan pesona alam sekaligus nilai sejarah unik.
8. Gurun Sturt Stony

Gurun Sturt Stony terletak di timur laut Australia Selatan dan sebagian kecil masuk ke wilayah Queensland, dengan luas sekitar 29.750 km².
Nama gurun ini diberikan oleh penjelajah Charles Sturt pada tahun 1844, saat ia melakukan ekspedisi untuk mencari laut pedalaman yang diyakininya berada di tengah Australia.
Berbeda dari kebanyakan gurun pasir, Gurun Sturt Stony didominasi oleh gibber plains, hamparan batu keras dan saling mengunci yang terbentuk dari lapisan batu pasir purba.
Di antara lanskap berbatu ini, terdapat fenomena alami bernama gilgai, yaitu cekungan tanah yang menampung air dan membentuk danau kecil sementara setelah hujan.
Gurun ini juga menjadi habitat unik bagi kowari, mamalia kecil pemangsa yang aktif di malam hari dan memangsa tikus berambut panjang sebagai makanan utamanya.
Kombinasi bentang alam berbatu, danau sementara, dan satwa khas menjadikan Gurun Sturt Stony berbeda dari kebanyakan gurun di Australia.
9. Gurun Tirari

Gurun Tirari berada di timur laut Australia Selatan dengan luas sekitar 15.250 km².
Bentang alamnya memanjang sekitar 212 km dari utara ke selatan dan 153 km dari timur ke barat, bersinggungan dengan Gurun Sturt Stony serta membentuk sisi timur Danau Eyre, dan sebagian wilayahnya termasuk dalam Kati Thanda–Lake Eyre National Park.
Lanskap Gurun Tirari sangat beragam, mulai dari bukit pasir memanjang utara–selatan, danau garam, dataran banjir, hingga mata air permanen yang dialiri Cooper Creek.
Keberadaan sumber air ini menjadikan beberapa area gurun tetap lembap meskipun dikelilingi pasir dan garam.
Wilayah ini awalnya dihuni oleh kelompok Aborigin Tirari, yang diyakini kini telah punah.
Saat ini, kawasan gurun termasuk dalam klaim tanah adat masyarakat Dieri, yang tetap menjaga nilai budaya dan sejarahnya.
Dengan kombinasi bukit pasir, danau garam, dan jejak budaya Aborigin, Gurun Tirari menghadirkan panorama khas gurun Australia yang unik dan memikat.
10. Gurun Pedirka

Gurun Pedirka adalah gurun terkecil di Australia, dengan luas hanya sekitar 1.250 km². Letaknya berada di utara Australia Selatan, dekat perbatasan Northern Territory, sekitar 250 km di utara Coober Pedy.
Ciri khas gurun ini adalah pasir merah pekat yang kontras dengan hutan kecil pohon mulga yang tumbuh di sekitarnya.
Bukit-bukit pasirnya tersusun paralel, jaraknya cukup renggang, serta relatif rendah dan tererosi, menciptakan lanskap yang unik dan mudah dijelajahi.
Seiring waktu, sebagian area Gurun Pedirka perlahan berubah menjadi lahan penggembalaan, namun pesona alami gurun ini tetap terlihat dari warna tanahnya yang khas dan ketenangan alam yang membentang luas.
Meski berukuran mungil dibandingkan gurun lain di Australia, Gurun Pedirka tetap menyimpan keindahan tersendiri dengan perpaduan warna merah pasir dan hijau vegetasi khas pedalaman.
Itu tadi penjelasan lengkap mengenai penyebab banyaknya gurun di Australia. Semoga artikel tadi menambah pengetahuan Anda!